Desa Rejing Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo
Latar Belakang dan Geliat Dakwah
Pada masanya, Desa Rejing yang terletak di lereng pegunungan Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menghadapi tantangan besar dalam hal akses pendidikan, baik formal maupun agama. Kesadaran akan pentingnya membentengi generasi muda dengan akhlakul karimah dan ilmu pengetahuan menjadi gelisah mendalam bagi seorang tokoh ulama kharismatik setempat, KH. Moh. Anwar.
Melihat kondisi masyarakat yang mayoritas petani dan buruh kebun dengan keterbatasan akses ke pusat kota, KH. Moh. Anwar tergerak untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam. Beliau meyakini bahwa perubahan tatanan sosial dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat harus dimulai dari meja-meja madrasah.
Ikhtiar dan Peletakan Batu Pertama
Dengan bertawakal kepada Allah SWT serta mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat, keluarga, dan santri, KH. Moh. Anwar mulai merintis pembangunan madrasah ini. Nama “Riyadlus Sholihin” dipilih secara khidmat, yang memuat doa dan harapan besar: Taman Orang-Orang Sholeh.
Visi Pendiri: KH. Moh. Anwar mencita-citakan sebuah lembaga yang tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual (fikriyyah), tetapi juga matang secara spiritual (ruhiyyah) dan berakhlak mulia berbasis paham Ahlussunnah wal Jama’ah.
Pada awal berdirinya, proses belajar mengajar berjalan dengan segala keterbatasan fisik. Fasilitas bangunan yang sederhana tidak menyurutkan semangat KH. Moh. Anwar dan para guru perintis untuk menularkan ilmu. Keikhlasan dan keteguhan beliau menjadi magnet bagi masyarakat Rejing dan sekitarnya untuk memercayakan putra-putri mereka belajar di MI Riyadlus Sholihin.
Perkembangan dan Kiprah Madrasah
Seiring berjalannya waktu, MI Riyadlus Sholihin Rejing tumbuh menjadi salah satu pilar pendidikan Islam penopang masyarakat Tiris. Madrasah ini berhasil memadukan kurikulum Kementerian Agama dengan nilai-nilai kepesantrenan yang kental, seperti tradisi mengaji kitab kuning, hafalan surah-surah pendek, dan pembiasaan ibadah harian.
Kini, buah perjuangan dan tetesan keringat KH. Moh. Anwar telah menjelma menjadi lembaga yang kokoh. MI Riyadlus Sholihin tidak hanya melahirkan lulusan yang siap melanjutkan ke jenjang pesantren atau sekolah yang lebih tinggi, tetapi juga berhasil mencetak kader-kader masyarakat yang mengabdi di berbagai lini kehidupan di Probolinggo.
Nilai-Nilai Warisan Pendiri (KH. Moh. Anwar)
Untuk menjaga keberlangsungan madrasah, para pengelola, guru, dan alumni senantiasa memegang teguh tiga prinsip utama yang diwariskan oleh sang pendiri:
Perjuangan KH. Moh. Anwar melalui MI Riyadlus Sholihin Rejing akan selalu menjadi catatan emas dan amal jariyah yang mengalir tiada putus, menerangi jalan ilmu bagi anak-anak di Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo.